myspace graphic
_
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (QS.98:5)

Blogger news

~ ءَاجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ اطَهُوْرً ~
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

Inspirasi dari Nazaruddin dan Gayus untuk Pemuda Indonesia !



Oleh : Hatta Syamsuddin, Lc

Jika kita sedikit menghayati ungkapan Ronggowarsito, bahwa jaman sekarang sudah jaman edan, maka yang tidak ikut ngedan tidak akan kebagian apa-apa, atau ditambah lagi dengan keluh kesah sebagian orang pada saat ini, dimana nyari yang haram saja susah, apalagi nyari yang halal. Gimana tidak, mau maling ayam saja takut digebuki massa, salah-salah bisa dibakar begitu saja oleh massa yang beringas. Nah, dengan pemahaman dan penghayatan terhadap ungkapan-ungkapan di atas, kita bisa menilai bahwa sejatinya Nazaruddin dan Gayus adalah sosok pemuda yang mempunyai prestasi jauh melebihi teman sebayanya.

Sengaja Nazaruddin dan Gayus Tambunan saya sandingkan, mengingat mereka berdua memiliki kemiripan yang sangat banyak. Dimulai dari usia muda yang tak terduga, bahwa mereka baru saja melewati kepala tiga. Gayus Tambunan dengan usia 30 tahun, dan Nazaruddin dengan usia 33 tahun bahkan telah menjajal posisi Bendahara Umum sebuah Partai pendulang suara terbesar di pemilu 2009 lalu. Kemiripan berikutnya tentu terletak pada aset mereka yang melaju dikisaran puluhan milyar rupiah. Angka milyaran rupiah dalam genggaman hampir-hampir tidak pernah diimpikan oleh pemuda lain yang seusia dengan mereka. Diimpikan saja tidak, bagaimana dipegang dengan sepenuh kendali ?. Kalau mau menyebut kemiripan mereka berdua tentu saja jelas, sama-sama tersandung perkara korupsi, bahkan juga sama-sama menikmati berwisata di luar negeri ke tempat favorit tersangka korupsi : Singapura !

Melihat judul di atas, mungkin banyak yang akan protes keras bahwa yang mereka berdua lakukan adalah hal yang tidak terpuji, yaitu perilaku korupsi dan sebagainya. Saya sepakat 100% dengan pandangan tersebut, tentang perbuatan korupsi dan kemaksiatan lainnya adalah sesuatu yang akal sehat kita pasti tidak akan pernah menyetujuinya, dan sekali-kali saya juga tidak menganggapnya sesuatu yang baik.

Namun, lihatlah lebih jauh bahwa sebenarnya Nazaruddin dan Gayus memberikan secarik inspirasi pemuda bagi Indonesia. Mereka berdua telah memainkan potensi yang semestinya ada pada setiap pemuda, lalu mengembangkannya dengan keberanian luar biasa, maka kemudian mencapai hasil yang luar biasa pula. Namun sayang seribu sayang, pengembangan potensi dan akselarasi yang luar biasa itu tidak pada jalur yang terpuji.

Sikap mental, keberanian dan kecerdikan lah yang mengantarkan keduanya ada pada tingkat ‘kesuksesan’ dan ‘prestasi’ yang melebihi teman sebayanya. Kekuatan fisik , mobilitas tinggi , kemampuan komunikasi, dikembangkan sepenuhnya untuk lobby-lobby dan bersinergi hingga keduanya diterima dalam jajaran orang-orang yang jauh lebih tinggi dari usia mereka yang masih senior. Anda bisa bayangkan bagaimana seorang Gayus Tambunan yang dengan pangkat golongan III bisa dengan gagah duduk berjajar dengan orang-orang terkenal di negeri ini seperti Adnan Buyung Nasution, bahkan kepulangannya di Indonesia pun harus dijemput petugas sekelas Kabareskim Ito Sumardi ? Pemuda itu terlihat lugu memang, tapi siapa sangka dia pun bisa keluar masuk penjara dengan santainya, bahkan berwisata keluar negeri dan membuat paspor seharga ratusan juta ?. Nazarudin juga tidak kalah hebatnya, pada tahun 2007 ia hanyalah seorang ‘kutu loncat’ dari PPP ke Partai Demokrat, namun kegesitannya yang luar biasa mampu mengantarkannya menjadi posisi Bendahara Umum partai penguasa. Hasil capaian keuangannya pun jauh melesat dibanding lima tahun lalu yang masih ‘biasa-biasa’ saja.

Saya tidak mengajak Anda pada kekaguman atas sebuah kemaksiatan. Tidak dan sekali-kali tidak. Tapi mari kita mengakui bahwa Nazaruddin dan Gayus adalah pemuda yang sukses melejitkan potensi kepemudaannya, pada jalur yang salah. Saya hanya membayangkan seandainya keberanian, kecerdikan, mobilitas, kemampuan komunikasi dari pemuda Indonesia bisa dikembangkan dan dilejitkan sebagaimana Gayus dan Nazaruddin, namun -tentu saja- pada jalur dan arah yang benar lagi terpuji, maka bisa dipastikan bangsa ini akan menuai sosok-sosok pemuda hebat dan berprestasi yang luar biasa, bahkan jika perlu menggoncangkan dunia sebagaimana digadang-gadang oleh Presiden RI yang pertama.

beritapks.com

Selasa, 24 Mei 2011

Wagub Aceh : Hukum Cambuk Tetap diterapkan


REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH--Pemerintah Aceh tetap akan menjalankan hukuman cambuk bagi masyarakat muslim di dareah itu yang terbukti melanggar qanun syariat Islam. "Kami akan tetap menjalankan peraturan tentang hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam di Aceh sesuai dengan qanun yang telah ditetapkan," kata Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar di Banda Aceh, Senin.
Hal itu disampaikannya terkait pernyataan Direktur Asia Fasifik Amnesti Internasional Sam Zarifi yang meminta Indonesia menghentikan penggunaan cambuk sebagai bentuk hukuman bagi pelaku zina, penjudi, pemabuk, dan khalwat. Wagub mengatakan, hukuman cambuk yang diberlakukan bagi pelanggar syariat Islam tersebut merupakan sebuah hukuman untuk mempermalukan dan memberi jera bagi para setiap pelaku dan pelajaran untuk masyarakat lainnya.
"Jika ada yang menafsirkan hukuman cambuk di Aceh melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) itu tidak tepat karena hukuman yang diterima tidak mengakibatkan yang bersangkutan meninggal selain memberi efek jera bagi pelaku," katanya. Nazar mengatakan hukum yang diberlakukan di provinsi paling ujung barat Indonesia itu merupakan bagian dari HAM, karena setiap bangsa dan negara memiliki keyakinan dan agama yang dianutnya.
"Asia Fasifik Amnesti internasional harus bisa memamahi posisi rakyat Aceh, sebab hukuman cambuk itu diberlakukan bagi warga muslim dengan menggunakan azas personalitas dan teretorial," katanya.
Sementara itu, tokoh ulama Aceh Tgk H. Imam Suja' menegaskan, hukuman cambuk yang diterapkan di Provinsi Aceh tidak melanggar hak azasi manusia (HAM), karena peraturan tersebut sudah diatur dalam syariat Islam. "Hukuman cambuk itu sudah diatur dalam syariat Islam yang kini sudah diterapkan di Aceh. Jadi, tidak melanggar HAM," katanya.
Berbicara HAM, menurut Imam Suja' yang pernah menjadi anggota MPR RI dan DPR RI itu sebenarnya Islam merupakan agama yang pertama kali menegakkan HAM, ketika pada zaman jahiliyah perempuan-perempuan dikubur hidup-hidup. "Pada saat Islam datang, maka perempuan yang sebelumnya dikubur hidup-hidup, tidak ada lagi. Oleh karenanya, tidak benar bila Islam melanggar HAM, justru menegakkan HAM," katanya.
Imam Suja' menilai bahwa pernyataan organisasi internasional tersebut sebagai upaya untuk menjelek-jelekkan Islam dan itu akan terus dilakukan. Hukum cambuk telah menjadi hukum positif yang diatur lewat sebuah qanun dimana pada saat pembuatannya semua unsur telah dilibatkan, termasuk Mahkamah Agung di dalamnya dan kalangan aktivis masyarakat sipil.
Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA), sebagian kewenangan soal Syariat Islam juga sudah dilimpahkan oleh Mahkamah Agung ke Mahkamah Syariat di Aceh.

Rabu, 11 Mei 2011

MUI Temukan Kaitan Antara Al Zaytun & NII KW 9


Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah melakukan penelitian terhadap Pondok Pesantren Al Zaytun yang dipimpin Panji Gumilang pada tahun 2002. Dari penelitian itu, MUI menemukan adanya penyimpangan.

"Kita lakukan penelitian tahun 2002 terhadap Ma'had Al-Zaytun. Tim terdiri dari 11 orang dan saya ketua timnya," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2011).

Penelitian itu diambil dari saksi sejumlah orang seperti mantan anggota atau petinggi NII KW 9, orangtua atau keluarga korban serta mantan guru yang pernah mengajar di ponpes tersebut. MUI kemudian menelusuri informasi dari saksi-saksi tersebut.

"Kita mempelajari berbagai dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan objek permasalahan," jelasnya.

Dari penelitian tersebut, ada 6 hasil yang ditemukan. Keenamnya yakni:

1. Ditemukan indikasi kuat adanya hubungan antara ma'had Al Zaytun dengan organisasi NII KW 9. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

Untuk hubungan historis, kelahiran Al Zaytun memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW 9.
Untuk hubungan finansial, ada aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII yang menjadi sumber signifikan bagi kelahiran organisasi NII KW 9.

Untuk hubungan kepemimpinan, ada hubungan kepemimpinan Al Zaytun dengan pemimpin NII KW 9 Terutama pada figur Panji Gumilang.

2. Ada penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktekkan NII. Misalnya mobilisasi dana yang mengatasnamakan ajaran Islam. Penafsiran ayat Al Quran yang menyimpang dan mengkafirkan kelompok di luar mereka

3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan. Terkait dalam hal ini masalah zakat fitrah dan kurban.

4. Dari segi sistem pendidikan ponpes, belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam.

5. Dari aspek kepemimpinan, pemimpin Al Zaytun Panji Gumilang memang terkait NII KW 9.

6. Ada keterkaitan koordinator wilayah yang bertugas untuk merekrut santri ponpes dengan organisasi NII KW 9.

Dari 6 hasil penelitian tersebut, MUI memberikan rekomendasi. Rekomendasi MUI yaitu:

1. Merekomendasikan agar pemimpin ponpes Al Zaytun Panji Gumilang dimintai klarifikasi atas temuan MUI.

2. MUI bisa mengambil keputusan yang bijak dan arif untuk menyelamatkan ponpes ini berdasarkan kemasalahatan umat dengan cara membenahi masalah kepemimpinan di ponpes.

Penelitian ini pada tahun 2002 sudah pernah disampaikan ke pemerintah. Bahkan Panji pun sudah dipanggil. Namun Panji tidak pernah memenuhi panggilan MUI.

"Tanggapan pemerintah ya itu, tidak ada tindak lanjutnya," sesalnya.

www. detiknews.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons